IDOLJATIM.COM – Skena idol dan musik alternatif Indonesia kembali kedatangan warna baru. Idol group asal Surabaya, METANARU, resmi memperkenalkan identitas musik mereka melalui single sekaligus music video perdana berjudul “PHENOMENA” yang dirilis pada 12 Juni 2026 di berbagai platform streaming digital.
Perilisan ini menjadi langkah penting bagi METANARU dalam memperkenalkan konsep kawaii metal, sebuah perpaduan unik antara budaya idol Jepang dengan energi musik metal yang masih terbilang jarang ditemui di Indonesia.
Berawal dari Dance Cover hingga Menjadi Idol Group
METANARU pertama kali terbentuk pada April 2024 sebagai sebuah project dance cover. Seiring waktu, proyek tersebut berkembang menjadi idol group yang mengusung konsep berbeda dari kebanyakan grup idol lokal. Saat ini METANARU diperkuat oleh empat member, yaitu FAYY, JOYY, CACA, dan NERA.

Nama METANARU sendiri berasal dari kata metaru (metal dalam bahasa Jepang) yang dipadukan dengan kata nation. Nama tersebut melambangkan komunitas, kebersamaan, keberanian untuk berubah, dan semangat untuk menjadi sesuatu yang berbeda dari yang lain.
“PHENOMENA” Angkat Cerita Tentang Tekanan dan Harapan
Melalui single debutnya, METANARU mengangkat kisah tentang seseorang yang sedang berada dalam fase hidup penuh tekanan, keraguan, dan tuntutan, namun tetap memilih bertahan demi mengejar masa depan yang diimpikan.
Tema tersebut dipilih karena dianggap sangat dekat dengan kehidupan banyak orang, khususnya generasi muda yang setiap hari harus menghadapi ekspektasi, ketidakpastian, dan berbagai tantangan kehidupan.
Menurut CACA, lagu ini lahir dari realitas yang sering dialami banyak orang saat ini.
“Karena fase hidup yang penuh tekanan serta tuntutan, bahkan ekspektasi orang lain, sudah menjadi makanan sehari-hari, maka kami mencoba menerjemahkan PHENOMENA itu ke dalam sebuah lagu yang mungkin akan terasa sangat relate untuk banyak orang saat ini.”
Menggunakan Tiga Bahasa dalam Satu Lagu
Salah satu keunikan “PHENOMENA” adalah penggunaan tiga bahasa sekaligus, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jepang. Keputusan tersebut telah direncanakan sejak awal agar lagu ini dapat menjangkau audiens yang lebih luas, mulai dari penikmat musik metal hingga penggemar budaya pop Jepang.
Sebagian besar lirik lagu ditulis oleh FAYY, sementara JOYY turut memberikan kontribusi pada bagian rap.
Salah satu bagian lirik yang paling berkesan menurut FAYY adalah:
“I promise I’ll be there with you in any phenomena.”
Lirik tersebut menjadi simbol bahwa seseorang tidak pernah benar-benar sendirian saat menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya.
Perpaduan Kawaii dan Metal yang Agresif
Secara musikal, “PHENOMENA” memadukan riff metal yang agresif dengan nuansa idol Jepang yang cerah. Perpaduan tersebut menciptakan identitas khas yang menjadi fondasi konsep kawaii metal yang dibawa METANARU.
Lagu ini direkam di Ramsell Music Studio dan menjadi pengalaman rekaman profesional pertama bagi para member. Selain proses rekaman, para member juga terlibat dalam penyusunan koreografi yang nantinya menjadi bagian penting dari identitas panggung mereka.
Mengajak Pendengar untuk Tetap Bertahan
Lebih dari sekadar lagu debut, “PHENOMENA” membawa pesan motivasi bagi siapa saja yang sedang menghadapi masa sulit.
“Boleh sedih, tapi jangan terlalu lama terjebak di situ. Wake up, karena masa depan masih menunggu. Kalau kalian merasa sendirian, kami akan menemani lewat lagu ini,” ujar JOYY.
Melalui “PHENOMENA”, METANARU tidak hanya memperkenalkan musik mereka kepada publik, tetapi juga ingin menjadi teman bagi para pendengarnya untuk terus bertahan, melangkah maju, dan menghadapi setiap fenomena kehidupan bersama-sama.
Langkah Awal METANARU di Skena Musik Indonesia
Dengan konsep kawaii metal yang unik, perpaduan tiga bahasa, serta pesan yang relevan dengan kehidupan generasi muda, “PHENOMENA” menjadi awal yang menjanjikan bagi perjalanan METANARU di industri musik Indonesia.
Bagi para penggemar idol, musik alternatif, maupun budaya pop Jepang, debut METANARU menjadi salah satu rilisan menarik yang patut untuk disimak pada tahun 2026.








